Skip to main content

Posts

Hantu Masa Kecil

 Hantu Masa Kecil Oleh: Arfi K. Fitrian Langit gelap berselimut sunyi Hanya terdengar sayup-sayup lolongan rimba Angin bersilir-silir menggesek dedaunan kering Hampa… Lampu jalan setapak itu remang dan berkedip tak mau menyinari lagi; tak kuasa menahan nestapa Ia adalah potret luka dari lelaki paruh baya yang berjalan singit Sosok tak kasat mata sebening kaca, yang masih terjebak di masa lalu, muncul di hadapan lelaki itu. Sosok itu meneriakkan raungan kosong; membisikkan kata sesal yang tak ia mengerti Sosok tak kasat mata tadi semakin jelas Ia mendekat, dengan kaki melayang tak beralas Diam dan terbelalak, terhenti dan berpikir, sekilas terlintas memori kelam Otak lelaki paruh baya itu memainkan anagram Jiwanya tenggelam Kelengangan yang nyata terjadi tanpa kata Seperti tubuh renta yang dipenuhi keranta Kata maaf tak mampu lagi terucap mulutnya hanya mendecap-decap Ada sebuah noda gelap di bawah mata kemudian meruak ke seluruh aorta Seperti bayangan gelap di ...

Pelaut Tak Punya Rasa Takut

 Pelaut Tak Punya Rasa Takut Matahari hampir menyentuh cakrawala barat. Air laut memantulkan sinar-sinar terakhir sang matahari sebelum lenyap. Di antara pantulan sinar itu, berlayar dengan gagah sebuah kapal terbaik yang pernah dibuat. Di belakang roda kemudi, berdiri seseorang dari negeri barat. Ia berdiri dengan gagahnya sembari memerintah awak-awaknya yang berasal dari Hindia Belanda. Ialah Kapten Haldermann atau lebih dikenal dengan sebutan Kapten Herman di Hindia Belanda. Kapten Herman sangat terkenal akan keberaniannya mengarungi lautan, tak punya rasa takut. Seorang lelaki berkulit putih, namun menghitam terbakar matahari. Tubuhnya tegap, wajahnya rupawan, namun terdapat bekas luka di pipi kirinya. Konon, bekas luka itu ia dapatkan dari pedang seorang kapten perompak paling kejam di lautan Eropa. Ia adalah Mustafa. Tidak ada yang pernah lolos dari perompak itu kecuali Kapten Herman. Kapten Herman berhasil menaklukkan seluruh perompak itu. Hanya Mustafa, sang kapten pero...

Pujangga Malam

 Pujangga Malam   Pujangga malam tak berbicara Mulutnya rapat terkatup; terjahit oleh ribuan lara Kata-kata diungkapnya hanya dengan goresan, Dengan tinta hitam di atas kertas buram. Pujangga malam berpeluh darah Demi membayar perasaan bersalah Pada bayangan gelap di dalam jiwanya Lewat sebuah senandika. Pujangga malam tak bisa tidur Terjaga memikirkan hati yang masygul. Mimpinya tak nyata; angan belaka Impiannya luntur; hancur lebur. Pujangga malam berkata dalam diam Tentang sebuah makna yang dalam, Tentang gelapnya malam, Tentang perasaan yang menderam. Cilegon, 20 Maret 2021 Arfi Fitrian

SURAT UNTUK INDONESIA (2019)

SURAT UNTUK INDONESIA

PUISI: EULOGI WAKTU

Eulogi Waktu Dahulu pernah ada seorang anak laki-laki yang tak tahu kemana ia akan pergi Ia harus tetap melangkah, tapi buncah tanpa arah, tanpa punya tujuan, buta akan haluan. Waktu memaksanya untuk memilih Si anak laki-laki tak mampu berdalih Wajahnya berkerut, karut-marut Si anak laki-laki tetap diam bak batu hanya mampu menuruti pilihan sang waktu Sekarang ada kabar beredar si anak laki-laki telah dewasa hingga memiliki hati besar dan jiwa yang asa Walau sempat kesal, ia tak pernah menyesal akan sebuah pilihan yang dipilih sang waktu untuk si anak laki-laki bernama aku. (2020) Oleh: Arfi Po

PUISI: Jika Aku Mati Nanti

JIKA AKU MATI NANTI Oleh: Arfi Po   Jika aku mati nanti Aku ingin memakai kaus oblong Dengan jahitan yang asal-asalan Kerah yang sudah longgar Warna yang memudar Jika aku mati nanti Aku ingin kenakan celana jin Dengan robekan di kedua lututnya Tambalan dimana-mana Dan ujungnya yang dilipat Jika aku mati nanti Aku ingin bersepatu bot Dengan sol yang sudah tipis Bekas lem yang banyak Tanah yang belum dibersihkan Jika aku mati nanti Aku ingin menjadi aku Karena aku adalah aku Aku yang miskin Aku yang berkaus oblong Aku yang bercelana jin Aku yang bersepatu bot Aku yang sudah mati

CORONA DAN MASA DEPAN BANGSA

CORONA DAN MASA DEPAN BANGSA Oleh: Arfi Po Beberapa waktu terakhir Indonesia dihebohkan oleh penyebaran virus corona tipe SARS-CoV-2 atau Covid-19. Virus corona sendiri sebenarnya sudah ada sejak sebelumnya, namun tipe Covid-19 dapat dikatakan baru dan belum ditemukan vaksinnya. Virus ini menyerang organ paru-paru pada manusia sehingga dapat mengakibatkan infeksi berat pada saluran pernapasan. Sebelum virus corona masuk ke Indonesia, masyarakat umumnya acuh tak acuh dengan berbagai kasus virus corona yang terjadi di negara lain. Masyarakat yang kurang peduli tersebut akirnya resah dan kebingungan ketika mengetahui virus corona masuk ke Indonesia. Masih banyak pula masyarakat yang menganggap remeh virus ini sehingga tidak memerhatikan imbauan-imbauan yang telah diberikan oleh pemerintah untuk mencegah perluasan penyebaran virus ini. Di lain sisi, pemerintah juga dianggap kurang tanggap menyikapi penyebaran virus corona di Indonesia. Walaupun sudah memberikan imbauan-imbauan kepada...