Eulogi Waktu
Dahulu pernah ada seorang anak laki-laki
yang tak tahu kemana ia akan pergi
Ia harus tetap melangkah,
tapi buncah tanpa arah,
tanpa punya tujuan,
buta akan haluan.
Waktu memaksanya untuk memilih
Si anak laki-laki tak mampu berdalih
Wajahnya berkerut,
karut-marut
Si anak laki-laki tetap diam bak batu
hanya mampu menuruti pilihan sang waktu
Sekarang ada kabar beredar
si anak laki-laki telah dewasa
hingga memiliki hati besar
dan jiwa yang asa
Walau sempat kesal,
ia tak pernah menyesal
akan sebuah pilihan
yang dipilih sang waktu
untuk si anak laki-laki bernama aku.
(2020)
Oleh: Arfi Po
Comments
Post a Comment