Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Cerpen

Tentang Pilihan

Tentang Pilihan Karya: Arfi K. Fitrian   Lembayung matahari mulai meredup. Warna biru kehitam-hitaman mulai menggerayangi langit. Di pinggir pantai tepat di atas batu karang yang sudah mati, Nadia duduk terdiam menatap kosong ke arah barat. Tak ada rasa bahagia yang tertinggal dalam dirinya meskipun setitik.   Sudah enam bulan sejak sebuah tragedi menimpa orang terdekat Nadia. Memori kelam yang tidak pernah bisa dihapus dari ingatan Nadia. Kejadian yang tak meninggalkan apa pun kecuali rasa kehilangan.   Banyu namanya, pasangan sekaligus sahabat bagi Nadia untuk melakukan berbagai petualangan menyenangkan. Empat tahun yang lalu, pantai tempat Nadia berada saat ini adalah tempat pertama kali mereka bertemu secara kebetulan. Nadia yang sedang patah hati dan Banyu yang suka menyendiri. Seperti dalam dongeng, keajaiban muncul di tengah-tengah mereka. Lantas akrab dalam seketika seperti sudah saling kenal bertahun-tahun.   Sejak pertemuan pertama itu, Nadia dan Banyu...

Pelaut Tak Punya Rasa Takut

 Pelaut Tak Punya Rasa Takut Matahari hampir menyentuh cakrawala barat. Air laut memantulkan sinar-sinar terakhir sang matahari sebelum lenyap. Di antara pantulan sinar itu, berlayar dengan gagah sebuah kapal terbaik yang pernah dibuat. Di belakang roda kemudi, berdiri seseorang dari negeri barat. Ia berdiri dengan gagahnya sembari memerintah awak-awaknya yang berasal dari Hindia Belanda. Ialah Kapten Haldermann atau lebih dikenal dengan sebutan Kapten Herman di Hindia Belanda. Kapten Herman sangat terkenal akan keberaniannya mengarungi lautan, tak punya rasa takut. Seorang lelaki berkulit putih, namun menghitam terbakar matahari. Tubuhnya tegap, wajahnya rupawan, namun terdapat bekas luka di pipi kirinya. Konon, bekas luka itu ia dapatkan dari pedang seorang kapten perompak paling kejam di lautan Eropa. Ia adalah Mustafa. Tidak ada yang pernah lolos dari perompak itu kecuali Kapten Herman. Kapten Herman berhasil menaklukkan seluruh perompak itu. Hanya Mustafa, sang kapten pero...