Skip to main content

CORONA DAN MASA DEPAN BANGSA

CORONA DAN MASA DEPAN BANGSA

Oleh: Arfi Po

Beberapa waktu terakhir Indonesia dihebohkan oleh penyebaran virus corona tipe SARS-CoV-2 atau Covid-19. Virus corona sendiri sebenarnya sudah ada sejak sebelumnya, namun tipe Covid-19 dapat dikatakan baru dan belum ditemukan vaksinnya. Virus ini menyerang organ paru-paru pada manusia sehingga dapat mengakibatkan infeksi berat pada saluran pernapasan.

Sebelum virus corona masuk ke Indonesia, masyarakat umumnya acuh tak acuh dengan berbagai kasus virus corona yang terjadi di negara lain. Masyarakat yang kurang peduli tersebut akirnya resah dan kebingungan ketika mengetahui virus corona masuk ke Indonesia. Masih banyak pula masyarakat yang menganggap remeh virus ini sehingga tidak memerhatikan imbauan-imbauan yang telah diberikan oleh pemerintah untuk mencegah perluasan penyebaran virus ini.

Di lain sisi, pemerintah juga dianggap kurang tanggap menyikapi penyebaran virus corona di Indonesia. Walaupun sudah memberikan imbauan-imbauan kepada masyarakat mengenai virus ini, namun kurangnya ketegasan pemerintah terhadap masyarakat mengakibatkan imbauan ini hanya dianggap sebagai angin lalu.

Salah satu imbauan yang diberikan untuk masyarakat adalah melakukan karantina diri selama 14 hari. Dengan adanya imbauan tersebut, kegiatan akademik di sekolah dan perguruan tinggi dihentikan secara tatap muka. Kegiatan belajar-mengajar di sekolah dari segala jenjang dan khusunya perguruan tinggi saat ini umumnya dilakukan secara daring (online).

Penyebaran virus corona di Indonesia juga membuat civitas academica kalang-kabut. Pasalnya banyak problematika yang dialami oleh civitas academica dalam menjalankan kegiatan belajar dan mengajar secara daring. Baik dosen maupun mahasiswa mengalami kendala dalam pelaksanaannya.

 

PERUBAHAN SISTEM BELAJAR

9 Cara Belajar Mandiri Yang Efektif Bagi Mahasiswa Baru
Sumber Gambar: zonamahasiswa.com

Kuliah daring sebenarnya dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti melalui tulisan, video, atau pun aplikasi live video. Kuliah daring melalui tulisan (contoh: google classroom) membutuhkan waktu yang cukup lama karena dosen perlu mengetik terlebih dahulu materi yang akan disampaikan. Selain itu, mahasiswa juga perlu waktu lagi untuk membaca tulisan yang telah diketikkan oleh dosen. Kebanyakan dosen sebenarnya sudah mengirimkan bahan ajar terlebih dahulu dan kemudian menjelaskannya melalui tulisan. Hal inilah yang membuat kuliah daring melalui tulisan sangat tidak efektif karena memakan waktu yang cukup banyak.

Sebagia seorang mahasiswa, saya sangat meyayangkan jika dosen memilih melakukan kuliah daring dengan metode tulisan ini. Salah satu kendala yang saya hadapi adalah banyak mahasiswa lain yang membalas satu per satu tulisan yang disampaikan oleh dosen. Salah satu tujuannya adalah supaya terlihat ‘aktif’ dan menyimak materi yang disampaikan oleh dosen. Hal ini tentunya membuat mahasiswa yang benar-benar menyimak menjadi bingung karena materi yang disampaikan tertimbun oleh balasan mahasiswa lain.

Metode lain yang sering digunakan yaitu dengan membagikan video yang berisi penjelasan tentang bahan ajar. Saya rasa metode ini yang  paling tidak efektif karena hanya berjalan satu arah tanpa ada interaksi sama sekali. Cara ini juga sangat memungkinkan mahasiswa tidak menyimak sama sekali kontennya.

Metode yang cukup efektif untuk dilakukan yaitu dengan aplikasi siaran langsung (live video), contohnya dengan menggunakan webex.com. Dengan cara ini, dosen dapat memberikan materi secara langsung seperti video call. Dengan metode ini pula dosen dapat meminta mahasiswa untuk mengaktifkan kameranya sehingga dapat dipantau apakah memerhatikan atau tidak. Kekurangan dari metode ini adalah dibutuhkannya kuota internet dalam jumlah yang banyak. Banyak mahasiswa yang mengeluhkan biaya internet yang mahal.

Hal yang cukup penting yang perlu dilakukan dalam kegiatan kuliah daring adalah evaluasi. Evaluasi menjadi penting untuk mengetahui efektivitas dari kuliah daring ini. Evaluasi yang perlu dilakukan dapat berupa pengerjaan soal maupun tugas, atau evaluasi mengenai sistem pembelajarannya.

 

KEGIATAN MAHASISWA

UQ a hive of activity for Orientation Week - UQ News - The ...
Sumber Gambar: uq.edu.au

Kegiatan mahasiswa merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri. Kegiatan mahasiswa memungkinkan mahasiswa untuk mengasah berbagai kemampuan yang tidak diajarkan di bangku perkuliahan. Penyebaran virus corona di Indonesia selain mengganggu proses pembelajaran mahasiswa, juga mengganggu berbagai aktivitas mahasiswa. Kegiatan-kegiatan mahasiswa banyak yang dibatalkan. Padahal kegiatan mahasiswa merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri. Kegiatan mahasiswa memungkinkan mahasiswa untuk mengasah berbagai kemampuan yang tidak diajarkan di bangku perkuliahan. Hal ini tentunya selain membatasi kreativitas mahasiswa, juga akan meninggalkan bekas psikologis terutama bagi mahasiswa yang kegiatannya sudah mendekati waktu pelaksanaannya.

Dampak psikologis dapat muncul pada mahasiswa yang menjadi panitia kegiatan ketika kegiatan yang sudah disiapkan sedemikian rupa dibatalkan begitu saja. Kerja keras yang sudah dilakukan bisa dikatakan sia-sia. Berbagai persiapan, baik materi maupun mental, tak lagi berguna ketika ada pembatalan kegiatan. Bagi sebagian mahasiswa yang sudah mengorbankan banyak hal, pembatalan ini tentunya sangat berdampak terhadap psikisnya.

 

MASA DEPAN?

Upaya Membangun Generasi Penerus Bangsa Mulai Dari Wanitanya ...
Sumber Gambar: missioni-africane.org

Mengapa masa depan menjadi fokus pada tulisan ini? Saya merasa bahwa kuliah merupakan fase terakhir sebelum memasuki ‘kehidupan’ yang sebenarnya. Orang-orang tua selalu berkata dan mengingatkan untuk selalu memanfaatkan masa muda terutama ketika kuliah untuk sungguh-sungguh dalam belajar dan mengembangkan diri.

Sebagai generasi penerus bangsa, mahasiswa saat ini perlu terus memperkaya dirinya dengan ilmu dan kemampuan-kemampuan lain. Penyebaran virus corona sangat jelas mengganggu proses perkuliahan dan kegiatan mahasiswa. Dampaknya adalah menurunnya kapasitas serta kemampuan sebagian sarjana di masa depan akibat tidak mampu mengikuti perubahan sistem perkuliahan dan kegiatan mahasiswa.

Namun, penyebaran virus corona tidak serta-merta memberikan dampak negatif saja. Sebagian lain mahasiswa saat ini sedang menyesuaikan diri dengan perkuliahan dan kegiatan yang dilakukan pada keadaan seperti sekarang ini. Penyesuaian diri ini tentu sangat berguna bagi masa depan bangsa karena generasi penerusnya saat ini sedang melakukan penyesuaian diri terhadap keadaan yang kurang baik. Mahasiswa yang mampu menyesuaikan diri ini diharapkan memiliki kapasitas serta kemampuan yang lebih unggul dibandingkan dengan mahasiswa yang mengalami guncangan akibat pandemi corona. Dengan demikian, masih ada secarik harapan bagi bangsa ini untuk memiliki masa depan yang cerah.

Comments

Popular posts from this blog

Hujan yang Pergi Tanpa Pamit

  HUJAN YANG PERGI TANPA PAMIT Rintik sendu mengiringiku menulis sebuah puisi dialektis Sambil duduk di sudut kedai kopi, aku menyeruput makna-makna filosofis Hujan yang kulihat di luar jendela tak kunjung berhenti Tak pernah lelah membasahi dan memainkan hati Di tengah gempuran badai, sang hujan berkata padaku Tentang pengharapan yang tak seharusnya menerungku Benakku langsung percaya begitu saja Tanpa berpikir panjang, otakku berhenti bekerja Entah apa alasannya, tak nampak lagi tetesan air di luar Ia telah digantikan oleh sebuah bintang yang meyuar Hanya meninggalkan pertanyaan yang membuat pikiranku masai Karenanya, puisiku tak pernah selesai Yogyakarta, 1 Oktober 2022 Arfi K. Fitrian

Ketika yang Patah Tak Lagi Tumbuh

Ketika yang Patah Tak Lagi Tumbuh Ketika yang patah tak lagi tumbuh Ketika itu pula rembulan enggan bersinar Gemintang kehilangan keajaibannya Malam kian gelap merana Ketika yang pergi tak kunjung kembali Ketika itu pula hujan enggan turun Bunga-bunga kehilangan pesonanya Bumi kian hitam-putih tak berwarna Ketika yang terluka tak bisa sembuh Ketika itu pula badai enggan berhenti Seekor merpati kehilangan pasangannya Ia kian melemah sampai mati Ketika yang patah tak lagi tumbuh Aku menjadi rapuh Jakarta, 9 Februari 2024